Masalah mulai muncul ketika kita tidak memiliki data yang cukup. Salah satu pengaplikasian deep learning adalah mendeteksi perbedaan dua gambar.
Pertama kita perlu mengumpulkan data, dalam kasus ini kendaraan. Kita dapat memasang kamera dan kita bisa mendapatkan data mobil yang tidak berubah baik ketika masuk ataupun keluar gedung. Langkah selanjutnya memisahkan piksel kendaraan dengan hal sekitarnya dengan melakukan instance segmentation yang mengakibatkan terpisahnya objek khusus dengan daerah sekitarnya.
GANs (General Adversarial Network) terdiri dari duajaringan neural yaitu G (Generator) dan D (Discrimination). Generator berfungsi untuk membuat representasi dari inputandan juga mengeluarkan sampel yang mirip dengan aslinya. Pada saat yang sama Discrimator mencoba memberitahu antara data yang asli dan palsu dan membuat sampel berdasarkan Generator.
GANs sangat ahli dalam mengelola gambar. Kita bisamemasukkan sebuah gambar dan kemudian dimodifikasi menjadi hal yang sangat berbeda dari gambar aslinya. Langkah selanjutnya dalam deep learning kita dapat memecahkan masalah keselarasan gambar dengan menggunakan GANs.
Langkah berikutnya yaitu dengan mengubah deteksi. Setelah masalah keselarasan gambar dipecahkan, kita perlumembuat perubahan deteksi. Ini digunakan untuk mengetahui perbedaan piksel antar gambar. Namun, ini memerlukan sampel gambar kendaraan yang sama hingga ribuan sampel dan ini sangatlah mahal. Masalah ini dapat diselesaikan dengan GANs.
Masalah sampel dapat dipecahkan dengan mengubah sudutgambar dari kendaran dan itu dipecahkan dengan menggunakan GANs. Setelah semua masalah dipecahkan, kita dapat mendeteksi apakah kondisi kendaraan sama pada saat sebelum dan sesudah.
Keynote Speaker 2 - Prof. Gyun Woo
How to Promote Student Activities in the COVID Pandemic?
Kehidupan berubah dikarenakan adanya pandemic COVID-19. Kita harus mengubah kebiasaan kita seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan memcuci tangan. Tentu saja hal inijuga berdampak ke pendidikan. Hampir semua kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.
Hal ini menyebabkan beberapak kekhawatiran di kalangan para pengajar. Para murid dapat melewati topik yang benar-benar penting. Selain itu, interaksi dengan murid juga benar-benar terbatas. Dengan keadaan yang seperti ini menyebabkandua tipe dalam mengajar daring.
Yang pertama pengajar yang mneggunakan video dan yang kedua pengajar yang menggunakan online conference.
Bila menggunakan video, bagus untuk menunjukkan topik-topik yang penting dan gaya belajar disesuaikan dengan tingkat kepahaman murid. Bila menggunakan online conference, itusangat baik untuk mengetahui kegiatan murid. Namun, untukcara ini terdapat beberapa kendala seperti murid yang tidak mau menghidupkan kamera dan komunikasi satu sama lain sangatterbatas.
Cara kita untuk menghadapi masalah ini pertama, kitaharus memahami kecemasan mereka. Masih banyak murid yang belum siap untuk mengikuti kegiatan belajar daring. Diantara mereka juga lebih memilih untuk berpartisipasi secara diam-diam. Komunikasi antar pengajar dan murid juga akan sedikit terlambat dan mereka lebih memilih untuk berinteraksi secara tanpa diketahui.
Murid juga dibagi menjadi dua tipe, murid aktif dan murid pasif. Untuk murid aktif, mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan belajar. Sebaliknya, untuk murid pasif, mereka cukup sulit untuk belajar dan mereka juga lebih suka berinteraksi secara privat. Dengan berkomunikasi sesame murid dapat meningkatkan keaktifan mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan kegiatan berkelompok.
Kegiatan berkelompok ini bisa dibuat seperti berbagi ide antar sesama melalui jamboard. Semua ide yang ditulis di siniakan terbagi satu sama lain sehingga meningkatkan keaktifan murid-murid. Selain itu, pengajar juga dapat melakukan kegiatan pair-programming. Di sini murid dibagi menjadi beberapa kelompok dan melakukan tugas secara Bersama-sama.
Cara yang lain dapat melakukanya gamification sepertikahoot. Murid menjawab pertanyaan yang dimodifikasi menjadi seperti game. Mereka juga dapat menjawab pertanyaan secara tidak public sehingga mereka tidak perlu khawatir akan jawaban mereka.
Keynote Speaker 3 - Prof. Dr. Ing. Hendro Wicaksono
Achieving Global Sustainable Development Goals InIndustry 4.0
Revolusi industri bukan hanya tentang teknologi, namun tentang perubahan di masyarakat dan ekonomi. Kita sudah melalui beberapa tahap revolusi industry mulai dari produksi mesin mekanik, produksi massal, produksi yang efisien, hingga transformasi digital. Teknologi dibagi menjadi tiga, yaituinfrastruktur dan interkoneksi, kecerdasan, dan interaksi multimodal.
Pada bagian paling bawah, yaitu Infrastruktur dan interkoneksi terdapat teknologi seperti IoT, Linked data, dan cloud computing. Pada bagian kecerdasan terdapat big data dan AI. Pada bagian paling atas terdapat teknologi mutakhir sepertiAR, Robot, dan 3D printing.
Peran industri 4.0 dalam mencapai tujuan perkembangandunia sangatlah besar. Dari smart city yang menggunakan energi seperti kincir angin yang dialurkan ke seluruh kota. Bahkanagrikultur dan aquakultur yang dapat mengoptimasi sumberdaya dalam mengolahnya.
Hal-hal apa saja yang harus diimplementasikan di Indonesia? Pertama jangkauan dampak dari industri 4.0 harus bisa sampai ke desa. Kemudian mengoptimisasi sumber dayayang ada di Inodnesia, berfokus pada keahlian bukan otot, mengoptimisasi peran-peran sosial. Dan yang terakhir adalah mejadikan Indonesia sebagai pemimpin, bukan pengikut.
Model Inovasi triple helix dapat mempercepat industri 4.0 pada sebuah negara. Model pertama yaitu peran pemerintah mengatur universitas dan industri. Model kedua yaitu pemerintah memberi biaya ke universitas dan sektor industri memberi pajak ke pemerintah dan universitas memberi ide kesektor industri. Model ketiga dan model yang paling efektifyaitu pemerintah, universitas, dan industri berada pada posisi yang sama dan terjadi kolaborasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar